Anies Antitesa kesal. Jokowi Arief Poyuono Ungkap Nilai NasDem Kecurigaan Presiden Jokowi telah gagal

0
Sumber : Suara.com/Fakhri Fuadi

Idkblog.com - Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, diumumkan oleh Partai Nasional Demokrat sebagai calon presiden pada 2024. Langkah politik ini memiliki keuntungan dan kerugian.

Kenyataannya, PDI-P sangat bertolak belakang dengan pendekatan NasDem. Setelah Zulfan Lindan dari Partai NasDem mengatakan "Anies Baswedan kebalikan dari Jokowi", konflik semakin memanas.

Meski Zulfan telah dicopot dari pemerintahan Partai NasDem, publik masih tertarik dengan apa yang dia katakan.

Sumber : Arief Poyuono (Youtube/MataNajwa)

Salah satunya datang dari Arief Poyuono, mantan wakil ketua umum Partai Gerindra. Ia bahkan berspekulasi, penilaian NasDem terhadap pemerintahan Jokowi dapat disimpulkan dari pernyataan kontroversial Zulfan.

Menurut Poyuono yang mengutip jaringan WartaEkonomi.co.id — Suara.com, ada review NasDem terhadap kinerja pemerintahan Jokowi yang dinilai gagal, padahal program tersebut tidak perlu dilanjutkan.

Poyuono mengatakan kepada JPNN.com pada Rabu, 13 Oktober 2022, "Ini menunjukkan bahwa Kangmas Jokowi dievaluasi oleh NasDem pada periode kedua sebagai Presiden yang gagal dan agenda Jokowi tidak perlu dipertahankan."

Poyuono kemudian menekankan peran NasDem dalam koalisi yang berkuasa setelah Zulfan melontarkan pernyataan kontroversial itu.

NasDem views Anies Baswedan as the polar opposite of Jokowi, and NasDem is a coalition partner in the government, according to Poyuono.

Pernyataan 'Antitesa Jokowi' yang Gegerkan Dunia Politik

Sumber : Suara.com/Fakhri Fuadi

Zulfan Lindan, politikus NasDem yang hadir dalam acara Perspektif Competition dengan topik “Lomba Deklarasi, Koalisi Cepat Kompetisi”, mengungkapkan antitesis Anies Baswedan terhadap antitesis Jokowi. Berkaitan dengan Total Politics, detik.com menayangkan acara ini.

Zulfan mengatakan pada Selasa, 10 November 2022, "Saya ingin masuk ke alasan mengapa itu dipercepat (pengenalan Anies sebagai calon presiden). Ini harus jelas dulu latar belakangnya." Jadi, dengan menggunakan filosofi Hegel dan metode filosofis dialektis, kami telah mengeksplorasi ini.

“Jokowi pertama-tama tesis yang berpikir dan berfungsi. Itu argumen Jokowi. Ketika kita menemukan antitesis, kita bertanya, “Ini antitesis siapa?” Masuk akal dari lawan Jokowi, Anies, “lanjutnya.

Sederet Sanksi NasDem untuk Zulfan Lindan

Sumber : Suara.com/Alfian Winanto

Partai NasDem bergerak cepat menanggapi komentar kontroversial Zulfan Lindan.

Partai NasDem dengan cepat mencopot Zulfan dari kepemimpinan DPP NasDem pada Kamis (13/10/2022). Ketua Umum NasDem Surya Paloh menandatangani pernyataan pers yang mengumumkan penonaktifan tersebut.

“Pertama, matikan kepengurusan DPP Partai NasDem. Kedua, dilarang sama sekali membuat pernyataan yang mengatasnamakan pengurus Partai NasDem di media dan media sosial” Mengenai masa depan Zulfan di kepengurusan partai, NasDem membuat pernyataan.

Sumber : Suara.com/Novian

Komentar yang dipermasalahkan itu, menurut Willy Aditya, Ketua DPP Partai NasDem, tidak produktif dan tidak sejalan dengan partai, sehingga Zulfan dinonaktifkan.

Ya, jawab Willy, yang menyatakan bahwa banyak untaian argumen tidak lagi berpegang pada ideologi partai yang paling tegak secara moral.

“Partai NasDem menjadi pembeda antara pemerintahan Pak Jokowi dengan pandangan politik lainnya. Tentu kami tidak ingin ada yang merusak perayaan dan merugikan lebih lanjut” tambahnya.
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top